Lama tidak menulis disini membuatku seperti… tidak bisa
menuliskan apapun.
Wow, tidak terasa 2011 sudah hampir berakhir. Banyak yang
terjadi tahun ini. Dan banyak hal yang menyenangkan terjadi. Maksudku hal yang
menyenangkan : hal yang membekas didalam ingatanku.
Coba kita lihat.
A short journey, kami kehilangan salah satu kawan seangkatan
kami saat SMP. Almarhum adalah salah seorang yang pernah menjadi teman dekatku
selama kelas 8. Yeah, sayangnya sejak kelas 9 kami seperti orang yang tidak
terlalu saling mengenal. Hai, sobat. Kau tahu sesuatu yang sangat ingin
kulakukan denganmu? You were the one
whose famous with your English skill when we were in junior high. The only one
I really wanted to do was talking with you in English. I wanted to show you my English
skill. It’s much better now. But, you already went back to His side.
Bulan berikutnya, kami mengikuti lomba LCC MPR 2011 tingkat
provinsi di Samarinda. Banyak cerita darinya, banyak uang darinya. Eh? Dari lomba
ini, banyak pula mendapat pengetahuan baru. Setidaknya aku sekarang jauh lebih
menyukai perundang-undangan dibandingkan sebelumnya. Walau aku tetap saja tidak
bisa menghapalnya secara mutlak.
Tahun ini aku mengikuti lomba sebanyak tiga kali. Dua kali
ke Samarinda (sayang, cerita kedua ternyata tidak kutuliskan sama sekali!) dan satu
kali tingkat kabupaten. Yang tingkat kabupaten itu lomba English Debate lho. Alhamdulillah,
juara 1. Gratisan deh kursus di Primagama English =)
Di 2011 pula, aku semakin serius menulis. Bukan tulisan yang
hebat. Tapi aku butuh tempat untuk menuliskan kalimat yang ada diotakku. Seperti
blog Fragile-Fiction atau My Fiction. Katakanlah, aku debut sebagai author
fanfic. Jenis yang menjadi andalanku adalah genre angst. Aku hanya suka
kisah-kisah seperti itu dan tanpa sadar ikut terpengaruh.
Hal yang akan paling kuingat selama 2011 ini adalah
kehidupanku sebagai pelajar SMA, mungkin. Aku sudah pernah menyebutkan bahwa
aku menjalani kehidupanku sebagai pelajar dengan ugal-ugalan. Well, brutal. Aku sendiri tidak mengerti mengapa. Puncaknya
adalah dua cerita terakhir ketika aku membuat
masalah dengan guru Kesenianku. Dengan sukses aku mencoreng reputasiku
sebagai pelajar yang baik dimata seorang guru. Dan dengan santai, aku tidak
mempedulikannya.
2011 banyak memberikan kenangan, yeah. Secara keseluruhan, tahun ini sangat menyenangkan. Diakhir
tahun ini, aku malah giat-giatnya berbisnis. Baru-baru ini aku mencoba
berjualan tas dan hoodie yang
masing-masing kuambil dari Yogyakarta dan Bandung. Untuk sementara,
Alhamdulillah, lancar. Semoga seterusnya bisa seperti itu. Aku juga sudah
membuka online shop. Nekat adalah awal
dari segalanya.
Akhir 2011 artinya juga akhir semester 5. Persiapan UN dan
kuliah pun dimulai. Aku sudah mulai mumet
melihat Universitas Ciputra ternyata sudah membuka pendaftaran sejak
Agustus lalu. Aku benar-benar tidak ingat kalau Puput pernah memberitahuku
bahwa UC memang sudah membuka pendaftaran. Tapi saat itu aku sama sekali tidak
mempunyai petunjuk UC itu universitas seperti apa. Ketika mengetahui bahwa
mereka lebih menonjolkan ke-entrepeneurship-an dalam sistem pendidikan mereka, aku
langsung tertarik untuk mengambil arsitektur interior disana. Hanya saja, aku
merasa pesimis untuk bisa masuk kesana. Apalagi ke teknik. Tahu saja kan,
nilai-nilaiku mengerikan. Dan itulah tidak adilnya sistem pendidikan di
Indonesia. Semuanya dilihat dari nilai. Nilaimu jelek = kau bodoh.
Ngomong-ngomong, aku heran dengan orang-orang yang selalu
beranggapan bahwa kehidupan mereka penuh kesialan. Kau tahu, semacam
orang-orang yang merasa bahwa tahun lalu, tahun ini, tahun entah kapan selalu
saja berakhir dengan buruk. Tidak pernah bersyukur, eh? Aku mau bertukar
kehidupan dengan mereka. Siapa yang tidak mau menjadi orang yang sudah bekerja
atau mungkin lahir dari keluarga yang bisa dikatakan kaya? Aku tidak berasal
dari satupun yang telah kusebutkan. Tapi aku bersyukur dengan hidupku. Inilah hidup
yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa padaku. Dan tugasku lah untuk menikmatinya.
Aku benar-benar tidak mengerti bagaimana mereka tetap merasa miskin.
Pernah dengar tentang my
love life? Tentu saja tidak. Aku tidak akan secara konyol menceritakannya
disini. Ini adalah salah satu hal serius, seserius ketika aku membicarakan
tentang orangtuaku. Well, I’m falling in
love. Hanya saja, aku sedang dalam proses mengendalikan diri. Aku cukup
tahu tentang masalah hubungan pria-wanita dalam Islam. Selain itu, ada hal yang
lebih fatal yang perlu aku pertimbangkan. You
know the reason ;)
Ah, aku berharap aku bisa diterima disalah satu perguruan
tinggi di Pulau Jawa. Aku masih mengincar dikisaran Surabaya atau Malang. Tapi jika
restu didapat, dengan senang hati aku akan terbang kekota yang lebih jauh lagi.
Walau sebenarnya aku kurang suka dengan kota besar.
*menempelkan diri di tanah Tanah Grogot*
PS : mulai tahun depan, blog ini akan berisikan tulisanku
yang kemungkinan besar sedikit serius, tapi dituliskan dengan gayaku sendiri. Review
buku akan dilarikan ke blog Dancing With Books sementara curhatan sehari-hari….
That’s a secret.
PSS : AKU LUPA. Heechul dan wajib militernya. Salah satu hal yang membuatku...senang, sejujurnya. Aku harap member lain juga bisa segera menjalankan kewajiban mereka sebagai pria Korsel. Jadi, para penggemar tidak usah harap-harap cemas menunggu mereka :)