Aku sedang asyik berdiskusi... Eh. Ga deng. Malah bisa dibilang asyik ngobrol dengan anak-anak kelompokku yang dibentuk untuk tugas biologi. Dan mendadak guru Bahasa Inggrisku nongol didepan pintu kelas dengan jumawa, melambai-lambai najong kearahku *Ih, kalo beliau ngebaca blog gw pagimane nasip gw yak?
"Me?"
Tangan beliau nunjuk suatu ruangan. Entah aku yang dodol, aku ga tau kemana.
Akhirnya aku minta izin ke guru Biologiku untuk keluar kelas.
Aku langsung nerpes.
Ibnu herpes *pitnah mode*
'I have a bad feeling about this' pikirku sotoy.
Back to the days when we were so young and wild and free...Eh,salah deng. Kok malah ng-rap

Kembali ke beberapa hari sebelumnya...
Rabu, 4 November 2009
Aku sedang nangkring bersama para jilbaber lain (yang Subhanallah rajinnya belajar. Jangan tiru aku, kawan-kawan. Kata anak-anak sih, aku ini preman berjilbab. Boong deng. Tapi aye gembel bersahaja
*usap air mata haru*
*digampar*
'Apaan sih BT3,yun?'
Ya ampun. Kalian GA TAU?!
'Ga tau, yun,'pembaca masang tampang polos.
Ya ampun. Kalian BENAR-BENAR GA GAUL.
'Yun...',pembaca nyiapin golok.
Oh, oke oke. BT3 = Back To The Topic. Keren kan?
*Yuni dibunuh blogger yang nyasar kesini*
Kami ngobrol ngalor-ngidul. Menyumpahserapahi soal-soal IPS yang keluar pas UTS. Hohohoho... Ga lah...
Guru Bahasa Inggrisku yang mondar-mandir, langsung brenti waktu ngeliat aku sama Ibnu.
GBI : Yuni?
Aku :Yes, sir?
GBI :Pernah ikut lomba pidato bahasa inggris?
Aku : *geleng-geleng*
GBI : Ibnu?
Ibnu : Ga pernah, sir
GBI : Debat Bahasa Inggris?
Aku+Ibnu : Ga pernaaaaah...*ngejawab serempak sambil nyengir kuda*
GBI : Loh? Yang biasanya ikut lomba-lomba seperti itu sewaktu SMP siapa?
Aku : Puji...
Ibnu : Aulia,
Aku : Oyi... Ya... Anak-anak Melati itu, sir.
GBI : *masang tampang pasrah*
Ibnu : Memangnya ada apa,sir?
GBI : Ini, nanti tanggal 25 ada lomba debat bahasa inggris di Samarinda. Nanti ada seleksinya. Yang mewakili dari kelas 10 sama 11.
Aku+Ibnu : Oooh...
GBI : Blbalbalablalabalalalalalalala...
Tau-tau pembicaraan sampai pada AKU DAN IBNU DITUNJUK UNTUK IKUT SELEKSI DEBAT BAHASA INGGRIS.
Aku pun menuju perpustakaan.
Dan didepanku ada Diah, Maulia sama Mardiyah.
Aku ngibrit.
"Yuuniii!" teriak Diah.
Dan kita tos bersama.
Yes.
Kami gembel yang kena apes.
Sampai diperpus, eh pintu perpus, kami brenti semua.
'Who first?'
'Ladies first', kata Ibnu.
'Calon pemimpin first', balasku dodol.
Akhirnya, dengan jiwa seorang calon presiden yang akan korupsi jika terpilih, aku ngelepas sepatu dan masuk duluan.
Badanku tambah dingin.
Aku semakin menggembel.
Yes.
'I dont need AC to make my self cold', kata Ibnu yang udah herpes duluan. Eh, nerpes.
'I'm trembling'.
Aku bengong ngeliatin anak kelas 11 satu persatu masuk.
Walau belum semua.
'We'll wait for another 11 class', kata Mr. Fredy, guru Bahasa Inggris kelas 10.
'Yes...Yes...Yes...Sir.And this is getting worse".
Satu-satu mereka berdatangan. Termasuk anak Pramuka yang raganya udah ga nongol untuk persiapan perkemahan, ikutan nongol gara-gara panggilan ini.
Aku makin ciut ngeliatin kakak kelas yang nongol satu persatu. Bang Prima, Desi, Kak Rizky, Kak Ade Hamdaka, Dini (IH! ADA DINI!) buset dah. Itu kayaknya kamus berjalan semua!
Kayaknya otakku langsung melayang.
Jiwaku tinggal setengah.
Setelah semua datang, guru-guru bahasa inggris (yang ada 4 orang, hueee) mulai ngomong ngalor ngidul. yang ditelingaku kedengarannya seperti :
'Yas...Yes...Yas...Yes...'
Hasil belajar bahasa inggris selama SD, SMP & SMA : Yas...Yes...Yas...Yes...
Namaku dipanggil kedua setelah namanya Ibnu. Yey! ngelawan Ibnu! Aku sekelompok dengan Kak Ade Hamdaka dan kakak-cewe-yang-stylenya-keren.
Yang didebatkan masalah : dilarangnya membawa handphone ke sekolah.
dan kami adalah KONTRA.
Mulut kami bertiga langsung berbuih.
Debat berlangsung lalalalsyubidudubiduuuuu...
Yang paling banyak ngoceh Kak Ade. Aku mau ngomong kaga jadi-jadi. takut dilahap guru-guru, muahahaha.
Waktu pun semakin sempit.
Dan dengan gaya yang sumpah-keren-banget, aku berdiri. Kursi berderit nyaring karena aku berdiri tiba-tiba.
*sumpah.saya ga ingat apa yang saya katakan,hahahahaha*
Timer berbunyi. Waktu habis sebelum aku selesai ngomong. Argh.
Aku menghabiskan 2 botol susu saking gemetarnya. masih nerpes gara-gara seleksi tadi. aku ini orang yang paling ga pede maju kedepan umum. sewaktu SD emang sering. tapi rasa ketidakpedean itu ga mau ilang.
Aku sama Ibnu nongkrong didepan koperasi menyeruput botol susu masing-masing. Agus, si anak-OSIS-idiot muncul. kelasnya ga ada guru yang ngisi.
Agus : Gimana?
Aku : Ya begitu. nerpes sangat.
Ibnu : Aku tadi gregetan mau ngomong.
Aku : aku juga. tapi ga jadi ngomong mulu.
Dan kami bertiga pun ngobrolin masalah seleksi debat bahasa inggris tadi.
Agus : Ga masuk kelas kah?
Aku : Malas.
Sekali lagi. jangan tiru aku, sodara-sodara. habis seleksi eike malah nongkrong didepan koperasi bersama anak-anak idiot lain (saya mah idiot bin gembel). padahal dikelas ada guru. bodo ah. muahahahahaha.*tanduk muncul dikepala*
Mr. Fredy-guru bahasa inggris kelas 10 sekaligus walikelas terlopeh -lewat dibelakang kami. stop bentar.
dan ngomong.
'I'm dissapointed. you didn't talk to much'.
jleb. itu pasti aye yang disindir. kan eike cuman ngomong sekali, hehehehe.
'I'm sorry, sir!'
'Kan kita ga minat, Yun', kata Ibnu.
'Bener'.
dan kami tos.
Senin, 9 November 2009
Tonenot... Tonenot...(anggap saja) bunyi dering hapeku terdengar.
Aku langsung ngibrit kekamar, dan mengangkatnya.
Ga ada namanya.
Aku : Halo, Assalamualaikum.
Caller : Waalaikumsalam, Eka?
Aku : Iya. Maaf, ini siapa?
Caller : Ini, Mr. lalalala
Aku : HAH?!
Caller : Ini. Mr. Fredy
Aku : Oooh... Ada apa, sir? (sebenarnya sih pengen ngomong 'YEAH! YO! WUSS UP sir?' tapi takut ditabok besoknya)
Mr. Fredy : Ikut debat bahasa inggris ya
Aku : HAH?!!
Mr. Fredy : Kamu lolos seleksi. jadi besok jam 12 jangan pulang dulu. nanti ada latihan untuk persiapan debat blablablablabla
Aku : ... *bengong*
wathepenwitmi?!
wathepenwitmi?
WATHEPENWITMI??!
dosa apa yang telah aku perbuat, ya Allah?!!
*lemes*


Selasa, 10 November 2009.
HAVE
TO
IMPROVE
MY
ENGLISH
SKILL
!!
!!
!!
PARAH.PARAH.PARAH.BANGET.
Ya Allah. Kan aku sudah mengatakan bahwa kemampuan bahasa inggrisku layaknya kecebong yang siap mati dibantai anak-anak kecil yang kegirangan melihat benda bulat berbuntut
diair yang berkelana kesana-kemari.
*ciut bersama Kak Rizky ngeliat Bang Prima yang ngoceh kuda make bahasa inggris*
Yukina has signed out with her sleepy-sleepy-sleepy-mummy-eyes.
Tolong, kayaknya saya salah jalan. Saya ini seorang bussinesswoman. Bukan seorang english debater *bikin istilah sendiri*






