[#35] Insomnia and… WAAAARRR
Senin, 25 Oktober 2010 @ 9:58 PM
Beberapa hari ini aku memang merasa bahwa aku semakin sulit tidur. Lelah, ya. Tapi mata manisku sama sekali tidak mau menutup walau aku sudah berusaha keras untuk mengantuk. Bahkan menguap pun aku harus memaksa.Feels like insomnia, kata lagu Craig David. But I’m not talking about love.
Tertidur tepat tengah malam—kadangkala jam satu dini hari—lalu terbangun sekitar 2-3 jam kemudian. Setelah itu, mata melek sampai berjam-jam kemudian. Mungkin tidak apa-apa jika saja aku tidur
Dan pasti gara-gara this bad-insomnia berdampak saat sekolah. Kalau masih pagi, badan, mata sama kepala mungkin masih segar. Memasuki jam sepuluh pagi, mulailah sakit kepala—sakit yang bagaikan sahabat—menyerang. Sudah begitu, pasti mencuri-curi waktu tidur diantara pelajaran. Bukan tidur beneran, tapi tidur-tidur ayam, kata orang. Dan sialnya ngantuk sekaligus sakit kepala itu datang pas jam mata pelajaran eksak *frustasi*
Mama sampai ngasih saran untuk minum obat tidur. Apa sudah segitu parahnya? Pulang sekolah aku mencoba membayar tidurku, tapi… ya begitu. Rasa kantuk sama lelah walau sudah nyampur juga tetap aja ga bisa tidur. 1-2 jam menunggu, baru bisa tertidur. Seperti sore ini, sehabis shalat Ashar barulah bisa tidur. Lumayan, tidur 2 jam.
Sabtu kemarin rapor bayangan—atau rapor UTS—dibagikan. Menunggu berjam-jam tidak ada hiburan, rapor baru dibagikan sekitar pukul 10 lewat. Kelasku menjadi kelas terakhir yang dibagikan rapornya.
Dan hasilnya? Indah sekali dong.

ngumbar aib sendiri
Coba lihat. Benar-benar jatuh ke neraka Hawwiyah.
Matematika : 63 dari 70
Kimia : 53 dari 61, GA TUNTAS
Biologi : 42 dari 65, APALAGI INI
Sejarah : 60 dari 70
Penjas : 68 dari 70
Aku merasa semenjak memasuki SMA mendadak aku menjadi pelajar gembel BENERAN. Entah kenapa tugas-tugas serasa campuran alien masa depan berteknologi tinggi yang tidak dimengerti manusia.
Kecewa? Kecewa dengan diri sendiri, tepatnya. Lebih kecewa dengan nilai kimia. Seingatku, aku bisa mengerjakan Kimia. Tapi kenapa nilainya terjun bebas seperti itu?
Untuk biologi, aku memang jarang optimis dengan nilai-nilaiku. Biologi bagaikan musuh seumur hidupku. Makanya aku menolak mentah-mentah untuk—walau hanya mencoba—masuk ke kedokteran. Baru dasar daripada dasar aja sudah begini, apalagi kalau ke tingkatan yang lebih tinggi. Tidak ada main coba-cobaan seperti kata orang. Jurusan kedokteran sanggup membuat keluargaku menjual rumah. Sampai gagal, habislah semua. Bisa digorok emak entar.
Tapi aku selalu bangga dengan nilai bahasaku. Entah Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Nilainya jarang sekali mengecewakan
Aku rindu dengan diriku yang lama. Diriku yang mengatur apapun dengan teragendakan secara sistematis. Entah kenapa semenjak kelas 2 SMA ini kehidupanku menjadi kacau. Aku terlalu banyak bersenang-senang. Yup, para pria ganteng itu sudah mulai menghancurkan hidupku. Aku yang menghancurkan hidupku dengan terlalu terobsesi dengan mereka.
Yeah. This is WAR. My WAR. I swear I’ll beat them up.
Label: daily life
9 comments: leave a comment